Anak- anak kelas tujuh berlari di lapangan karena sekarang ada kelas tujuh yang praktek olahraga mereka semangat sekali, mereka berlari sambil teriak- teriak agar semangat, begitu juga ketiga sahabat yang dari pertama masuk sudah terkenal.
“Eh..kenapa ya kok hari ini kayaknya aku seneng banget yah?”tanya Freda. ”Mana aku tau emangnya kamu diri aku apa? aku juga hari ini ngerasa seneng banget soalnya bunda sama ayah pulang”kata Vira yang kedua orang tuanya sibuk. ”Sama dong aku juga ngerasa seneng banget mungkin ini karena kita punya ikatan batin kali”kata Dine. ”Mungkin juga ya kan kita dari kecil bareng- bareng mulu”kata Vira. ”Tapi kan aku baru kenal kalian waktu kelas tiga SD”kata Freda dengan sedih. ”Ga apa- apa kok kamu juga udah kita anggap saudara sendiri kok ya ga Din”kata Vira. ”Ya iyalah kan kita tiga bunga yang sangat cantik seperti bunga kesukaan kita”kata Dine dan mereka tertawa bahagia sekali.
* * * *
Vira lengkapnya Alvira Asma Fauziyah Latief. Orang tuanya adalah seorang pekerja keras ayahnya seorang direktur perusahaan terkenal jadi sering sekali ke luar negri, Bundanya seorang sekretaris perusahaan terkenal juga mereka bekerja tapi tidak satu kantor, Bunda juga sering ke luar negri atau luar kota jadi, dia sendirian di rumah kadang- kadang Freda sama Dine nginep juga di rumah banyak pembantunya jadi ga terlalu kesepian deh. Dia itu orangnya lucu, cerdas, pintar ngomong, baik, bersahabat, mudah tersinggung, imut, jago olahraga tenis, marathon, dan estafet, juga jago main biola. Nah sekarang kenalan yuk sama teman- teman nya: Namanya Adine Ary Asiza panggil saja dia Dine. Dia itu temenku dari kecil , dia itu periang, pintar, cantik, keras kepala, juga jago olahraga lari, Bulu tangkis, marathon, dan estafet, juga jago main gitar. Bundanya telah tiada beliau meninggal karena sakit kanker darah jadi, sekarang dia benci banget sama kanker karena penyakit itulah jiwa Bundanya terenggut. Satu lagi namanya Alfreda Shabrina Widyanti panggi saja Freda dia bertemu denganku saat kelas tiga SD tapi bagiku dia adalah teman yang sangat perhatian soalnya kalo aku sama Dine berantem pasti dia yang melerai. Dia anak yang manis, lucu, perhatian, baik hati, jago olah raga voli, marathon, dan estafet, juga suaranya merdu, dan sedikit bisa main keyboard. Dia paling tidak bisa melihat orang menderita karena masa lalunya yang kelam. Oh ya.. mereka itu bikin kelompok loh! namanya itu Three Flowers. Karena mereka suka tiga bunga yang cantik. Vira suka bunga lily putih, Dine suka bunga mawar pink, dan Freda suka bunga aster. Nah sekarang nikmati ceritanya ya…..
* * * *
Matahari pagi menyinari kota Tangerang dan menyinari sebuah rumah di perumahan Twigs Flowers yang artinya ranting- ranting bunga. Vira, Dine, dan Freda tinggal di sana yang memiliki perumahan tersebut adalah ayahnya Vira beliau rela memberikan apa saja agar Vira bahagia. “Hoamm..cepet banget ya udah pagi”kata Vira sambil mengolet, baru saja dia ingin tidur lagi pintu kamarnya di buka. ”Vira kamu ga sekolah sayang?”tanya Bundanya yang muncul dari balik pintu . ”Eh..Nda , Nda ga kerja?”tanya Vira. ”Nda ngambil cuti seminggu” ”Oohh..emangnya kenapa Nda kok ngmbil cutinya lama banget?” ”Nda pengen nemenin Vira nganterin Vira sekolah, belanja sama Vira, bantuin Vira mengerjakan pr, sama ngelatih bahasa Jepang Vira” ”Beneran Nda?” ”Iya sayang pokoknya seminggu ini milik Vira” ”Makasih Nda”kata Vira sambil memeluk Bundanya. ”Vira kamu ga mandi dulu hari ini sekolah kan?” ”Astagfirullah Vira lupa makasih ya Nda udah di ingetin kalo gitu Vira mandi dulu ya!” ”Ya udah Nda tunggu di ruang makan ya”kata Bunda sambil keluar kamar Vira dan ke bawah ke ruang makan. ”Aku mimpi ga sih?”kata Vira dan mencoba mencubit pipinya. ”Auw..sakit berarti ini bukan mimpi horeee!!”kata Vira loncat- loncatan
* * * *
Akhirnya mobil Vira tiba di depan pintu gerbang sekolah. Vira keluar dari mobil dan di ikuti oleh Freda dan Dine dari belakang karena Bundanya mengantarkan mereka berdua. ”Makasih ya Tante Lia”kata Freda dan Dine serempak. ”Sama- sama ya udah Bunda pulang dulu ya!”kata Bundanya Vira. ”Vir, kok Bunda kamu ga kerja sih?”tanya Freda. ”Bunda itu cuti satu minggu dan semua itu buat aku”kata Vira dengan hati yang berbunga- bunga. ”Wah..kalo gitu aku pengen minta Ayah cuti buat temenin aku”kata Dine yang di rumahnya kesepian. ”Hehehe..aku beruntung kan?”kata Vira dengan sombong. ”Huu..sombong banget sih!”kata Freda dan Dine dan mereka mengejar Vira yang sudah berlari duluan.
Bel masuk berbunyi walaupun begitu anak- anak kelasnya Vira masih sibuk mengerjakan pr agama dan masih ada yang menghapalkan pelajaran agama karena nanti akan di adakan ulangan. ”Ria, buku ku ada di mana?”kata Dine bertanya kepada Ria yang tadi meminjam buku catatannya. ”Itu ada di Mia”sahut Ria. ”Mia di mana?”tanya Dine. ”Di maia”sahut Mia dengan sibuk menulis pertanyaan pr agama. ”Maia mana?” tanya Dine langsung. ”Tuh di dekat botol minum thanks ya”kata Maia tanpa melihat ke Dine karena sibuk menghapalkan agama. ”Oke siapkan kertas dan tulis nomor satu”kata pak Ali yang tiba- tiba saja datang. ”Yah bapak tunggu bentar”kata anak- anak yang lain. Bel pergantian pelajaran berbunyi anak- anak lesu mendengarnya karena ada beberapa yang belum selesai mengerjakan. ”Huh..untung yang aku baca tadi keluar semua”kata Vira. ”Aku kayaknya salah satu doang deh”kata Freda dengan senang karena Freda setiap ualngan agama pasti di remedial. ”Huh..kayaknya aku dapat jelek deh”kata Dine dengan lesu. ”Eh..bu Karin udah datang katanya langsung ke ruang musik”kata Nanda sang ketua kelas.
Pelajaran musik kali ini bebas Vira, Freda, dan Dine memainkan lagu naruto yaitu lagu Rythem yang judulnya Harumonia, bagus sekali hari ini kolaborasinya dari pada hari- hari yang sebelumnya. ”Kalian makin lama makin bagus”puji bu Karin mereka jadi malu sekali. ”Makasih banget bu”kata Vira. ”Ini semua juga berkat bimbingan ibu”tambah Freda. ”Tanpa bantuan ibu mungkin kami ga bisa sebaik ini”tambah Dine. ”Ah..kalian ini bisa aja”kata bu Karin dengan malu. ”Nah.. anak- anak besok ibu akan adakan audisi musik tahunan ”kata bu Karin. ”Jadi harus memiliki grup masing- masing kalau tidak kalian itdak ikut audisi dan tema lagu grup adalah religi”tambah bu Karin. “Baik bu”kata anak- anak. Istirahat tiba tapi Vira, Freda, dan Dine tidak ke kantin karena mereka membawa bekal masing- masing. ”Menurut kalian kita tambah orang lagi ga?”Tanya Freda.”Lebih baik sih engga”kata Dine. ”Menurut kamu gimana Vir?”tanya Freda. ”Menurut aku sih lebih baik engga kan dengan begitu itu akan menjadi pertunjukkan tunggal Three Flowers”kata Vira. ”Betul juga ya”gumam Freda. ”Dengan begitu di putuskan tidak ada orang tambahan deal?”kata Dine. ”Deal dong!”kata Vira dan Freda bersamaan.
* * * *
Mereka berlatih terus untuk pementasan musik tersebut karena mereka ingin sekali tampil di pensi apalagi satu sekolahan akan melihatnya . Saat ini mereka sedang latihan di rumah Vira. ”Ini minumannya Tante doa kan supaya kalian menang”kata Bundanya Vira. ”Amiin”kata mereka bersamaan. ”Tante makasih ya”kata Freda dan Dine berbarengan. ”Sama- sama silakan lanjutkan latihannya”kata Bunda dan beliau langsung pergi. ”Kita punya satu masalah yaitu kelompok Butterfly”kata Freda. ”Kelompok siapa tuh?”tanya Dine. ”Itu loh kelompoknya Icha, Inka, Firoh, sama Rio”kata Freda. ”Berarti lawan kita berat kan?”tanya Vira yang dari tadi diem saja. ”Itu betul karena dari SD mereka pengen ngalahin kita mulu”kata Dine. ”Wah..kalo gitu kita harus giat latihan supaya kita bisa ngalahin mereka dan bisa tampil di acara pensi nanti”kata Dine. ”Ya udah tunggu apalagi? Ayo kita latihan unutk ngalahin mereka”kata Vira dengan semangat. ”Oke deh bos!”kata Freda dan Dine tak kalah semangatnya.
Mereka bertiga sudah sampai di sekolah, mereka pun ke kelas mereka. Di kelas anak- anak masih sibuk mengerjakan pr fisika. ”Hai kalian semua Vira kamu udah ngerjain pr fisika belum?”Tanya Damar teman laki- lakinya Vira dan Freda juga Dine tau mereka telah sahabatan sejak kecil sama seperti Vira dengan Dine. ”Udah dong”kata Vira. ”Liat dong”Damar memohon. “Ntar dulu aku liat dulu”kata Vira sambil membuka tasnya dan mengambil buku latihannya. ”Hmmm..nih kayaknya betul semua deh”kata Vira beberapa saat kemudian. ”Makasih ya Vir”kata Damar. ”Oh ya tumben kamu ga ngerjain pr?”Tanya Vira. ”Semalam aku ketiduran capek habis jalan- jalan sama Ayah”kata Damar sambil berlalu. ”Ooo…”Vira hanya ber’Ooo’ria. ”Ga apa- apa Vir ngasih nyontek Damar kan ga biasanya dia nyontek”kata Dine dengan heran. ”Iya Vir, jangan- jangan dia udah gaul sama orang yang salah lagi”kata Freda, Vira seperti befikir. ’Bener juga apa yang di bilang mereka jangan- jangan dia salah gaul karena aku udah ga bareng sama dia lagi’kata Vira dalam hati. ”Woy bengong aja kamu bu Pia udah dateng tuh”kata Freda membuyarkan lamunan Vira. Bel istirahat berbunyi Vira, Dine, dan Freda ke kantin karena mereka bosan membawa bekal terus. ”Hah.. kantin ga berubah ya masih ramai dan kakak kelas masih main serobot”kata Dine. ”Iya masih dorong- dorongan kayak dulu”kata Freda. ”Untung kita tau jalan pintas yang ga banyak di lalui orang”kata Vira. ”Vira!! tunggu sebentar”teriak anak laki- laki dia adalah Damar. ”Ada apa?”tanya Vira langsung. ”Kita tinggal duluan ya Vir, kita ada di bawah pohon seperti biasa”kata Dine yang pegal dari tadi berdiri melulu. ”Ya udah sana”mereka berdua pun meninggalkan Vira dan Damar berdua. ”Sebenernya aku pengen tanya bukannya Ayah kamu itu ke Singapura dan baliknya minggu depan?”kata Vira mengawali pembicaraan. ”Bener Vir” ”Terus kenapa kamu bohong sama aku?” ”….” ”Kenapa sih kok kamu ga mau jujur padahal kita kan temenan dari kecil sebelum aku kenal Dine aku tuh udah kenal kamu” ”Maafin aku Vir aku kayak gitu karena kemarin aku nyari Naisya karena tiba- tiba dia hilang aku panik jadi aku langsung nyari dia tadinya aku berfikir untuk nelpon kamu tapi aku udah banyak ngerepotin kamu jadi aku cari semaleman dan aku nyari sendirian ternyata dia ingin pergi ke Bandung untuk ke rumah baru Bunda” ”Ya udah kali ini aku maafin tapi kalo ada masalah lagi kamu harus telpon aku apalagi kalo masalah Naisya dia udah ku anggap sebagai adik sendiri” ”Yah sebenernya aku tadi manggil kamu untuk ngomong yang sebener nya,karena kita udah selesai silakan pergi ke temen- temen kamu”kata Damar dan langsung pergi. ”Ada apa tadi Vir?”tanya Freda. ”Damar nyontek bukan karena salah peraulan tapi dia nyariin adiknya”kata Vira. ”Emang kenapa di Naisya?”tanya Dine. ”Dia mau pergi ke Bandung ke rumah Bundanya yang udah ninggalin mereka berdua”jelas Vira. ”Hebat ya mereka walaupun Ayah sama Bundanya bercerai mereka masih tabah”kata Freda.
* * * *
Hari ini hari penilaian musik anak- anak semua deg- degan karena acara seperti ini hanya dilakukan satu tahun sekali atau setiap tahun ajaran baru. Anak- anak di kelasnya Vira kelihatan tegang sekali kecuali mereka bertiga karena mereka sudah latihan, dan kelompok Butterfly karena mereka yakin sekali kalau mereka yang akan menang. Akhirnya tiba giliran Three Flowers tampil penampilan mereka meningkat drastis karena mereka optimis akan memenangkan penilaian itu dan akan membuktikan bahwa anak kelas stu juga bisa unjuk gigi bukan hanya kelas dua dan kelas tiga saja. Mereka membawa kan lagu religi karena semua kelasnya beragam islam yaitu lagu Dengan Nafas Mu,Ungu.
Dan demi nafas yang telah Kau hembuskan dalam kehidupanku Ku berjanji ku akan menjadi yang terbaik … Menjalankan sgala perintah Mu menjauhi sgala larangan Mu Adalah sebaris doaku untuk Mu…
Suara Freda merdu sekali apalagi ditambah dengan alunan musik akustik mereka Vira menggesekkan biolanya, Dine memetik gitarnya, dan Freda yang jadi vokalnya dan memainkan keyboard perpaduan mereka cocok sekali di tambah kepercayaan diri mereka yang begitu kuat. Bahkan kelompok Butterfly sampai terkagum- kagum rasa percaya diri mereka begitu kuat mengalahkan rasa percaya diri mereka sendiri. Lagu pun selesai yang lain bertepuk tangan dengan meriah. ”Bu Karin kita ingin mengundurkan diri dari audisi ini”kata Icha. ”Loh kenapa?”tanya bu Karin. ”Karena kita sudah kalah bu dari mereka”kata Inka. ”Tidak apa- apa kalau itu yang kalian inginkan”kata bu Karin. ”Vira kalian menang lagi dan ini adalah terakhir kita bertanding”kata Icha. “Good luck ya”kata Inka dan Firoh. ”Jangan ngecewain loh”tambah Rio dan mereka pun berlalu dengan mendapatkan pelajaran baru. Hari di adakannya pensi pun tiba Three Flowers akan tampil pertama mereka bertiga sangat gugup tapi mereka berusaha tenang agar penampilan mereka bagus. ”Dan saksikanlah bintang baru musik sekolah kita Three Flowers”kata Mc nya memanggil mereka bertiga. Mereka naik ke atas panggung dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi dari biasanya. Setelah selesai manggung mereka mendapatkan tiga rangkaian bunga sesuai dengan kesukaan mereka Vira mendapatkan rangakaian bunga Lily Putih yang imut sekali, Dine mendapatkan rangkaian bunga Mawar Pink yang cantik, dan Freda mendapatkan rangkaian bunga aster yang manis sekali, pengirimnya adalah Damar karena dia ingin menghadiahkan sesuatu untuk bintang musik baru sekolah. Dan sekarang mereka bertiga jadi terkenal dan Damar menjadi manager Three Flowers. Selamat bejuang Three Flowers dan jangan pernah menyerah!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar